Batuk Rejan Batuk Seratus Hari yang Mematikan

Batuk RejanBatuk seratus hari merupakan sebutan lain dari batuk rejan. Dan dalam istilah medis penyakit ini disebut dengan pertusis. Penyakit yang sebelumnya digadang-gadang merupakan penyakit anak-anak ini termasuk penyakit yang mudah menular dan bahkan sangat mematikan.

Menurut Dr Manny Alvarez yang merupakan praktisi kesehatan dari New York University School of Medicine, batuk rejan mudah sekali menular melalui infeksi bakteri yang menimbulkan batuk dan inflamasi organ-organ pernapasan bagian atas. Bakteri penyebab batuk rejan dapat menyebar diudara dan menular dari satu orang ke orang lainnya melalui batuk atau bersin.

Penyakit batuk rejan ini menyerang  paru-paru dan saluran pernapasan. Penderita batuk rejan dapat mengalami batuk hingga tiga bulan lamanya. Dan itu membuat penderita kekurangan oksigen dalam darahnya. Komlikasi juga bisa dialami oleh penderita, misalnya pneumonia. Batuk yang sangat keras dapat secara tidak sengaja melukai tulang rusuk penderita.

Bakteri Penyebab Batu Rejan

Adalah bakteri Bordetella pertussis yang merupakan penyebab batuk rejan, bakteri tersebut mengandung beberapa komponen yaitu Peitusis Toxin (PT), Filamentous Hemagglutinin (FHA), Aglutinogen, endotoksin, dan protein lainnya.

Kemunculan gejala batuk rejan dapat terlihat antara 7 hari hingga 21 hari setelah bakteri Bordetella pertussis masuk dalam tubuh.

Untuk mencegah bakteri tersebut menginfeksi tubuh, ada vaksi yang mampu mencegah batuk rejan. Vaksin tersebut yaitu Vaksin pertusis, dimana dokter biasanya akan memberikan vaksin tersebut bersamaan dengan vaksin difteri, tetanus, polio (vaksin DPT) dan Hib.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *